FAKTOR TIDAK LANGSUNG DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG DAN BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTABUMI KABUPATEN TANGERANG
Kata Kunci:
Balita, Gizi buruk, Gizi Kurang
Abstrak
Permasalahan gizi dimasukan kedalam Millennium Development Goals (MDGs) dengan tujuan mengatasi masalah kekurangan gizi, meningkatkan kesehatan anak dan menekan angka kematian anak dimana salah satu faktornya disebabkan oleh gizi buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor tidak langsung yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang dan buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kutabumi Kabupaten Tangerang. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh balita diwilayah kerja Puskesmas Kutabumi Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian ini sebanyak 198 balita yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner yang telah valid dan reliabel. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square untuk data kategori dan korelasi pearson untuk data numerik. Hasil penelitian dari 198 responden rata-rata berusia 31,67 tahun, berdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar responden adalah pendidikan
menengah (SMA/SMK) sebanyak 110 responden (55,6%) dan 120 responden (60,6%) dengan jumlah anak sedikit (≤ 2 anak). Dari 198 responden sebagian besar merupakan gizi baik yaitu 114 responden (57,6%), terdapat 66 (33,3%) gizi kurang dan 18 (9,1%) gizi buruk, berpengetahuan kurang baik yaitu 116 responden (58,6%), pendapatan keluarga kurang dari UMK yaitu 118 responden (59,6%) dan pola asuh baik yaitu 125 responden (63,1%). Ada hubungan antara pendidikan ibu (p value= 0,042), jumlah anak (p value= 0,002), pengetahuan (p value= 0,000), pendapatan keluarga (p value = 0,000) dan pola asuh (p value = 0,000) dengan kejadian gizi kurang dan buruk pada balita. Tidak ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian gizi kurang dan buruk pada balita (P value = 0,056). Kesimpulan ada hubungan antara pendidikan ibu, jumlah anak, pengetahuan, pendapatan keluarga dan pola asuh dengan kejadian gizi kurang dan buruk pada balita. Disarankan Puskesmas dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan dalam menyusun strategi penanganan gizi kurang dan buruk





