Hubungan Karakteristik Individu dan Pengetahuan dengan Stigma pada Penderita Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru
Abstract
Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global dengan beban kasus dan kematian yang tinggi, termasuk di Indonesia dan Provinsi Jambi. Selain faktor medis, stigma masyarakat merupakan hambatan utama dalam pengendalian tuberkulosis karena dapat menunda pencarian pengobatan. Stigma sering dipengaruhi oleh karakteristik individu dan tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik individu dan pengetahuan dengan stigma terhadap penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilakukan pada November 2025–Februari 2026. Sampel berjumlah 132 responden dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dari tiga kelurahan. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, dan pengetahuan, sedangkan variabel dependen adalah stigma pada penderita tuberkulosis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner teruji validitas dan reliabilitas, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square dan menggunakan SPSS 25. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000), usia (p=0,013), pendidikan (p=0,013), dan pekerjaan (p=0,008) dengan stigma pada penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru. Sedangkan Jenis kelamin (p=0,668) dan status pernikahan (p=0,080) tidak berhubungan signifikan dengan Stigma pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru. Peningkatan edukasi kesehatan dan akses informasi yang tepat diperlukan sebagai strategi utama untuk menurunkan stigma masyarakat terhadap penderita TB.







