Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia pada Remaja di Pesantren Modern Daarul Muttaqien Kabupaten Tangerang
Abstract
Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja, khususnya remaja putri, yang dapat mempengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, dan kesehatan secara keseluruhan. Salah satu faktor risiko utama anemia adalah pola makan yang tidak seimbang dan rendah zat besi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja di Pesantren Modern Daarul Muttaqien Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 120 santriwati kelas X dan XI yang dipilih melalui teknik total sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status anemia diukur melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital Hb. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,2% responden memiliki pola makan buruk, dan 51,7% mengalami anemia. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia (p-value = 0,001; α = 0,05). Kesimpulan: Pola makan yang buruk berhubungan dengan peningkatan risiko anemia pada remaja putri. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi gizi seimbang dan intervensi pencegahan anemia di lingkungan pesantren.





