Hubungan Regulasi Emosi Dengan Intensitas Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Siswi Di Pesantren Modern Daarul Muttaqien
Abstract
Pendahuluan: Dismenore dalam bahasa Yunani terdiri dari kata dys yang berarti abnormal, menyakitkan, atau sulit, kata meno yang berarti bulan, dan kata rhea yang berarti aliran. Kondisi ini dikenal sebagai dismenore, mengacu pada perasaan nyeri yang terjadi sebelum, selama atau setelah fase menstruasi. Regulasi emosi dinilai menjadi faktor penting dalam proses pengelolaan emosi akibat dismenore. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja siswi di pesantren modern daarul muttaqien kabupaten tangerang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel berjumlah 120 orang remaja siswi dipilih dengan Teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner ERQ untuk mengukur regulasi emosi dan WaLLID Score untuk mengukur intensitas nyeri dismenore primer. Analisis data: Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden mengalami regulasi emosi tinggi sebanyak 53 responden (44.2%) dan intensitas dismenore ringan sebanyak 56 responden (46.7%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hasil yang signifikan antara regulasi emosi dan intensitas nyeri dismenore primer dengan nilai sebesar p-value 0,001 (α<0,05). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Regulasi Emosi Dengan Intensitas Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Siswi Di Pesantren Modern Daarul Muttaqien Kabupaten Tangerang





