Pengaruh Stimulasi Mewarnai Gambar Terhadap Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Pra Sekolah Di TPQ Nurul Qolbi Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2024
Abstract
Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting pada usia dini anak karena berperan dalam kemandirian dan kesiapan belajar. Salah satu stimulasi yang dapat digunakan adalah kegiatan mewarnai gambar, yang mampu melatih koordinasi mata dan tangan serta keterampilan otot kecil anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh stimulasi mewarnai gambar terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TPQ Nurul Qolbi Ciputat, Tangerang Selatan. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 20 anak dipilih dengan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Denver Developmental Screening Test (DDST) II yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi berupa empat sesi kegiatan mewarnai dalam dua minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan stimulasi mewarnai gambar terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini adalah kegiatan mewarnai gambar berpengaruh positif terhadap perkembangan motorik halus dan dapat direkomendasikan sebagai salah satu metode stimulasi yang sederhana, menyenangkan, serta mudah diterapkan dalam pendidikan anak usia dini
References
Azzahroh, N., Hastuti, D., & Nurmalina, R. (2021). Hubungan stimulasi dengan perkembangan motorik anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 120–130.
Harahap, R. (2019). Perkembangan motorik halus anak usia prasekolah berdasarkan faktor usia dan stimulasi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 55–64.
Herawati, E., & Arifah, A. (2024). Pengaruh kegiatan stimulasi finger painting terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah di TK ABA Mlangi Yogyakarta. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 115–125.
Indriawan, A., & Wijiyo, H. (2020). Perbedaan perkembangan motorik halus antara anak laki-laki dan perempuan. Jurnal Ilmiah PAUD, 5(1), 33–40.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Nuqman, R. K., Purnamasari, E. R. W., & Lestari, N. E. (2022). Pengaruh stimulasi mewarnai gambar terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11(2), 145–152.
Ovita, S. (2023). Pengaruh aplikasi mewarnai terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 112–120. https://doi.org/xxxx
Parman, A., & Hera, D. (2023). Mewarnai sebagai stimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Ilmiah PAUD, 8(2), 55–62.
Rivki, R., Sari, L., & Wulandari, R. (2020). Perkembangan motorik anak usia prasekolah ditinjau dari faktor usia. Jurnal Ilmu Pendidikan Anak, 2(1), 44–52.
Rusmini, R., Wulandari, A., & Setyawan, R. (2023). Pentingnya stimulasi perkembangan motorik halus pada anak prasekolah. Jurnal Keperawatan Anak Indonesia, 5(1), 22–29.
Santrock, J. W. (2018). Child development (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Suhartanti, S., Nugroho, W., & Dewi, A. (2019). Perkembangan anak usia prasekolah dan implikasinya dalam pendidikan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 101–109.
Yanti, C. F., & Fridalni, L. (2020). Pengaruh stimulasi terhadap perkembangan motorik anak usia prasekolah. Jurnal Psikologi Perkembangan Anak, 4(1), 33–41.
Yunita, R., Sari, P., & Handayani, M. (2020). Prevalensi keterlambatan perkembangan anak usia dini di beberapa negara. International Journal of Child Development, 6(2), 75–83.