Pengaruh Keterlibatan Suami Terhadap Tingkat Kecemasan Istri Pada Proses Inpartu Kala I Di Wilayah Puskesmas Paringin Selatan Balangan Provinsi Kalimantan Selatan
Abstract
ersalinan adalah proses fisiologis bagi wanita; namun, rasa sakit saat persalinan dapat menimbulkan ketegangan, yang dapat menyebabkan persalinan berlangsung lebih lama. Keterlibatan suami sangat penting dalam pengelolaan rasa sakit dan tingkat kecemasan ibu, karena suami merupakan sosok yang dekat dan penting bagi ibu. Terapi non-farmakologis berupa kehadiran suami selama persalinan dapat meredakan nyeri persalinan, yang merupakan faktor risiko persalinan yang lama, dengan mengurangi tingkat kecemasan ibu. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dampak keterlibatan suami terhadap tingkat kecemasan istri pada fase awal persalinan. Desain deskriptif-analitis diterapkan dalam penelitian ini. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling acak, dan metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan total 30 responden. Kuesioner yang menggunakan alat ukur, seperti Hamilton Anxiety Rating instrument (HAM-A), digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan temuan, distribusi frekuensi dukungan suami sebagian besar bersifat mendukung, dengan 15 responden (50%). Delapan puluh persen ibu (24 responden) melaporkan mengalami kecemasan sedang selama persalinan. Hubungan yang signifikan secara statistik terindikasi di Pusat Kesehatan Masyarakat South Paringin, karena tingkat kecemasan istri selama fase awal persalinan dipengaruhi secara signifikan oleh keterlibatan suami (nilai p = 0,000). Kesimpulan: Tingkat kecemasan istri selama tahap awal persalinan dipengaruhi oleh keterlibatan suami. Disarankan untuk memberikan sesi konseling kepada pasangan mulai dari trimester pertama kehamilan untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam proses persalinan. Hal ini akan memastikan mereka memperhatikan kesehatan istri dengan cermat, mulai dari awal kehamilan hingga persalinan.
References
Novria Hesti, & Zulfita. (2021). Peran Suami Dalam Mempercepat Proses Persalinan Istri. Jurnal Abdi Mercusuar, 1(1), 001–010. https://doi.org/10.36984/jam.v1i1.180
Pratiwi Eko Setyaningsih, Y. P. (2016). Hubungan Pendampingan Suami Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Dalam Persalinan Kala I Di Rsia Sakina Idaman Sleman Yogyakarta Naskah.
Retno Anjani1), Nina Mardiana2), E. N. (2019). HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP BERKURANGNYA INTENSITAS NYERI SAAT HIS PADA IBU BERSALIN DI KLINIK AMINAH AMIN SAMARINDA TAHUN 2019. HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP BERKURANGNYA INTENSITAS NYERI SAAT HIS PADA IBU BERSALIN DI KLINIK AMINAH AMIN SAMARINDA TAHUN 2019, 3(2), 14–15.
Rizkatul Baro’ah. (2019). HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DENGAN SKOR PRENATAL ATTACHMENT DI. 1–104. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/175288/7/Rizkatul Baro’ahOK.pdf
Selamita, S., Afiyanti, Y., & Faridah, I. (2022). Hubungan Dukungan Suami Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Bersalin. Nusantara Hasana Journal, 1(8), 9–18. https://nusantarahasanajournal.com/index.php/nhj/article/view/185
Sidabukke et al. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pada Ibu Bersalin Di Rumah Sakit Restu Medan. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(1), 276–284.
Sunarsih, S., & Sari, T. P. (2020). Nyeri persalinan dan tingkat kecemasan pada ibu inpartu kala I fase aktif. Holistik Jurnal Kesehatan, 13(4), 327–332. https://doi.org/10.33024/hjk.v13i4.1365
United Nations. (2023). The Sustainable Development Goals Report 2023 Special Edition. In The Sustainable Development Goals Report (pp. 37–39). https://sdgs.un.org/sites/default/files/2023-07/The-Sustainable-Development-Goals-Report-2023_0.pdf
YASIN BONE Fitriani, M., Darwis, N., & Wardanengsih, E. (2020). HUBUNGAN PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU SELAMA PROSES PERSALINAN DI RUMAH SAKIT dr. Jhnmsa, 1(2), 2746–4636.
Yuanita, V., Suryanti, Y., & Dwi Treasa, A. (2024). Hubungan Dukungan Suami Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Pada Saat Persalinan Di Klinik Mitra Ananda Palembang. Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan, 14(2), 98–109.







