https://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/issue/feedJurnal Kesehatan2026-07-06T17:21:29+08:00Open Journal Systems<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Jurnal Kesehatan merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel yang relevan dengan isu-isu kesehatan masyarakat, kebidanan, perawatan, kesehatan klinis dan sosial baik berupa artikel hasil penelitian, review artikel, literatur, atau artikel laporan lapangan ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">laporan penelitian, laporan lapangan</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> ). Terbit enam bulan sekali pada bulan Mei dan Desember</span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">ISSN online: </span></span><a href="http://u.lipi.go.id/1538370656" target="_blank" rel="noopener"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">2654-587X</span></span></a></p> <h4><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Diringkas/Diindeks oleh:</span></span></h4> <p><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/8002" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/sinta_5.png"></a></p> <p><a href="https://scholar.google.com/citations?user=78l3y_wAAAAJ&hl=id&authuser=3" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/Google_Scholar_logo_20152.png"></a> <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/35361" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/garuda1.png"></a></p> <p><img src="/public/site/images/admin/crossref_ok2.png"> </p> <p> </p>https://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/759Hubungan Prestasi Akademik dengan Psychological Well-being pada Dewasa Muda: A Cross-Sectional Study2026-06-19T17:53:07+08:00Mira Wahyu Kusumawatimirawkusumawati@polindra.ac.idElok Faradisaelokfaradisa@unej.ac.idAmin Aji Budimanajibudiman@unej.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kesejahteraan psikologis di kalangan dewasa muda merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin penting, terutama di lingkungan pendidikan tinggi yang ditandai dengan tuntutan akademis yang substansial. Pprestasi akademik sering dianggap sebagai indikator keberhasilan, hubungannya dengan kesejahteraan psikologis kompleks dan belum sepenuhnya dijelaskan. <strong>Tujuan: </strong>Studi ini menganalisis hubungan antara prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis pada dewasa muda. <strong>Metode:</strong> Desain analitik kuantitatif, cross-sectional digunakan. Tujuh puluh enam dewasa muda berusia 19 hingga 21 tahun berpartisipasi. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner demografi dan kuesioner <em>Psychological Well-Being</em> (PWB). Prestasi akademik dikategorikan sebagai memuaskan, sangat memuaskan, atau cum laude, dan kesejahteraan psikologis diklasifikasikan sebagai rendah, sedang, atau tinggi. Statistik deskriptif dan uji korelasi peringkat Spearman digunakan untuk analisis bivariat.<strong> Hasil:</strong> Sebagian besar peserta adalah perempuan (67,1%) dan berusia 20 tahun (42,1%). Mayoritas menunjukkan prestasi akademik yang sangat memuaskan (42,1%) dan kesejahteraan psikologis yang moderat (67,1%). Analisis korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan secara statistik tetapi lemah antara prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis. <strong>Kesimpulan:</strong> Prestasi akademik secara signifikan berhubungan dengan kesejahteraan psikologis di kalangan dewasa muda, meskipun hubungannya lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor di luar prestasi akademik berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis. Intervensi komprehensif yang membahas determinan psikososial direkomendasikan untuk meningkatkan kesejahteraan pada populasi ini. Kesejahteraan di kalangan dewasa muda.</p>2026-05-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatanhttps://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/763Pengaruh Media Penyuluhan dengan Metode Demonstrasi terhadap Pengetahuan ibu-ibu PKK tentang Pentalaksanaan Hipertensi dengan “TERAS” 2026-06-25T16:56:14+08:00Bela Novita Amaris Susantobnamaris@gmail.comTika Indrasaritikaindra18@gmail.comNadya Karlina Meganandanadyakarlina884@gmail.comRatna Setiyaningsihratnaasetiyani@gmail.com<p>Hipertensi adalah kondisi yang tidak menular dan prevalensinya terus meningkat di tingkat global dan nasional, yang dipengaruhi oleh perubahan epidemiologi, gaya hidup yang tidak sehat, serta tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah. Edukasi kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, dan salah satu cara yang lebih efektif adalah melalui metode demonstrasi dibandingkan dengan metode yang biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penyuluhan dengan metode demonstrasi terhadap pengetahuan para ibu dalam PKK mengenai pengelolaan hipertensi dengan pendekatan “TERAS” (terapi tertawa, minuman serai, dan senam hipertensi). Desain penelitian ini menggunakan pendekatan pre-experimental dengan menggunakan satu kelompok dengan pretest dan posttest. Terdapat 22 responden dalam sampel yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 25 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,912). Analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test pada α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang (59,1%), yang kemudian meningkat menjadi baik (77,3%) setelah intervensi dilaksanakan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,95 menjadi 21,09, dengan p value = 0,000 (p < 0,05). Sebagai kesimpulan, metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan disarankan sebagai strategi untuk edukasi kesehatan di masyarakat.</p>2026-05-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatanhttps://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/761Pengalaman Mahasiswa dalam Mengatasi Kecemasan Selama Mengikuti Praktik Klinik: Studi Kualitatif2026-06-25T16:57:58+08:00Nadya Karlina Meganandanadyakarlina884@gmail.com<p>Praktik klinik keperawatan merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya pada program studi keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai makna pengalaman mahasiswa dalam mengatasi kecemasan selama menjalani praktik klinik. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi di Sukoharjo, Jawa Tengah. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria usia 18–21 tahun, telah mengikuti praktik klinik minimal dua kali, serta mengalami kecemasan ringan hingga sedang. Saturasi data dicapai pada informan ke-10. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur menggunakan pedoman wawancara, dan analisis data dilakukan dengan metode Colaizzi. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama, yaitu: (1) penguasaan keterampilan dan persiapan melalui latihan; (2) dukungan sosial dari teman, tim klinik, dan pembimbing; (3) penggunaan koping spiritual; (4) regulasi emosi dengan penerapan teknik relaksasi; (5) reframing dan refleksi diri serta (6) motivasi instrinsik serta empati sebagai pendorong. Mahasiswa yang mengalami kecemasan menunjukkan kemampuan menggunakan strategi koping adaptif melalui pencarian dukungan, penerapan teknik relaksasi dan spiritual, serta mempertahankan motivasi untuk menolong orang lain.</p>2026-05-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatanhttps://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/758Peran Biomarker Digital dan Sinyal Fisiologis dalam Pemantauan Kesehatan Mental Generasi Muda: Literature Review2026-06-19T17:47:30+08:00Yumna Nabilayumnanabila@polindra.ac.idMira Wahyu Kusumawatimirawkusumawati@polindra.ac.idZainal Arifinzend45@polindra.ac.idMuhammadLazuardi Pradivta Komaramuhamadlazuardipk@polindra.ac.idAfin Muhammad Nurtsaniyumnanabila@polindra.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Masalah kesehatan mental di kalangan remaja meningkat di seluruh dunia, sementara metode penilaian tradisional terbatas dalam menangkap perubahan psikologis secara real-time dan objektif. Biomarker digital dan sinyal fisiologis dari perangkat wearable dan smartphone menghadirkan alternatif yang menjanjikan untuk pemantauan kesehatan mental secara berkelanjutan. <strong>Tujuan:</strong> Mengidentifikasi peran biomarker digital dan sinyal fisiologis dalam memantau kesehatan mental di kalangan remaja. <strong>Metode:</strong> Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mensitesis artikel-artikel yang diperoleh dari Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan fokus pada studi yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026. Kriteria inklusi, berdasarkan kerangka kerja PICOS, populasi remaja, variabilitas detak jantung (HRV) dan aktivitas elektrodermal (EDA), dan kesehatan mental: depresi, kecemasan, dan stres. Dua puluh studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis naratif. <strong>Hasil:</strong> Temuan menunjukkan bahwa variabilitas detak jantung (HRV) adalah biomarker fisiologis yang paling banyak digunakan dan sangat terkait dengan hasil kesehatan mental yaitu depresi, kecemasan, dan stres. Pendekatan multimodal yang mengintegrasikan sinyal fisiologis, data perilaku, dan fenotipe digital mencapai akurasi prediksi yang lebih tinggi daripada model modalitas tunggal. AI dan metode machine learing lebih lanjut meningkatkan deteksi dan klasifikasi kondisi kesehatan mental. <strong>Kesimpulan: </strong>Biomarker digital dan sinyal fisiologis mewakili pendekatan yang menjanjikan dan inovatif untuk pemantauan kesehatan mental pada remaja. Integrasi teknologi yang dapat dikenakan dan analitik berbasis kecerdasan buatan memungkinkan penilaian yang berkelanjutan dan objektif, mendukung deteksi dan intervensi dini. Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengintegrasian faktor biopsikososial, meningkatkan ketelitian metodologis, dan sistem pelayanan kesehatan mental.</p>2026-05-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatanhttps://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/755Hubungan Karakteristik Individu dan Pengetahuan dengan Stigma pada Penderita Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru2026-07-06T16:22:13+08:00Selviaselv5251@gmail.comRumita Ena Sariselv5251@gmail.comAdila Solidaselv5251@gmail.comArnild Augina Mekarisceselv5251@gmail.com<p>Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global dengan beban kasus dan kematian yang tinggi, termasuk di Indonesia dan Provinsi Jambi. Selain faktor medis, stigma masyarakat merupakan hambatan utama dalam pengendalian tuberkulosis karena dapat menunda pencarian pengobatan. Stigma sering dipengaruhi oleh karakteristik individu dan tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik individu dan pengetahuan dengan stigma terhadap penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilakukan pada November 2025–Februari 2026. Sampel berjumlah 132 responden dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dari tiga kelurahan. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, dan pengetahuan, sedangkan variabel dependen adalah stigma pada penderita tuberkulosis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner teruji validitas dan reliabilitas, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square dan menggunakan SPSS 25. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000), usia (p=0,013), pendidikan (p=0,013), dan pekerjaan (p=0,008) dengan stigma pada penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru. Sedangkan Jenis kelamin (p=0,668) dan status pernikahan (p=0,080) tidak berhubungan signifikan dengan Stigma pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru. Peningkatan edukasi kesehatan dan akses informasi yang tepat diperlukan sebagai strategi utama untuk menurunkan stigma masyarakat terhadap penderita TB.</p>2026-05-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatanhttps://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/695Perilaku Atas Kesadaran Dan Pemahaman Mengenai Gagal Ginjal Kronis Oleh Mahasiswa Jurusan Kesehatan2026-07-06T16:39:12+08:00Veny Nur Ainivenynur@poltekkes-smg.ac.idMega Indah Puspitavenynur@poltekkes-smg.ac.idAndrey Nino Kurniawanvenynur@poltekkes-smg.ac.id<p>Permasalahan: Mahasiswa Jurusan Radiodiagnostik dan Radioterapi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang adalah generasi muda bangsa yang merupakan calon radiografer handal dibidang pelayanan kesehatan. Untuk itu, diperlukan kondisi ginjal yang sehat agar dapat melaksanakan tugas mereka dengan optimal. Hal ini yang mendasari pentingnya dilakukan sebuah penelitian dengan tujuan: untuk mengukur tingkat pemahaman serta perilaku oleh mahasiswa mengenai bahaya Gagal Ginjal Kronis. Metode penelitian ini merupakan kuantitatif korelatif. Populasinya yaitu mahasiswa yang masih aktif berkuliah dan tidak sedang dalam masa PKL, diambil melalui teknik accidental sampling. Instrument penelitian menggunakan seperangkat kuesioner diadopsi dari beberapa penelitian sebelumnya. Langkah terakhir adalah menginterpretasikan hasil yang telah diperoleh dengan melibatkan penafsiran temuan yang muncul dari analisis data. Hasil, temuan keseluruhan menyoroti bahwa sebagian besar responden yaitu 77,65% dianggap memiliki tingkat pengetahuan baik, 18,82% sedang, dan hanya 3,53% memiliki pengetahuan buruk tentang CKD. Sebagiam besar responden yaitu 54,90% mendapatkan pengetahuan mereka dari sosial media seperti facebook,instagram, tiktok, dll. Pelajaran formal di kelas mereka atau saat praktek juga berkontribusi 36,08% responden. Sisanya 9,02% mengaku dengan kemauan sendiri mencari info mengenai CKD di intenet. Kesimpulan, nampak tingkat pengetahuan dan kesadaran mahasiswa di sini tidak selaras. Tingkat pengetahuan yang baik namun tidak didukung dengan pengaplikasian dalam kehidupan nyata sangat mengkhawatirkan.</p>2026-05-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatanhttps://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/650Hubungan Regulasi Emosi Dengan Intensitas Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Siswi Di Pesantren Modern Daarul Muttaqien 2026-07-06T16:24:15+08:00Lenny Anggitawati lennyanggitaw@gmail.comMeynur Rohmahmeynurrohmah@uym.ac.idZahrah Maulidia Septimarzahrah@uym.ac.id<p>Pendahuluan: Dismenore dalam bahasa Yunani terdiri dari kata dys yang berarti abnormal, menyakitkan, atau sulit, kata meno yang berarti bulan, dan kata rhea yang berarti aliran. Kondisi ini dikenal sebagai dismenore, mengacu pada perasaan nyeri yang terjadi sebelum, selama atau setelah fase menstruasi. Regulasi emosi dinilai menjadi faktor penting dalam proses pengelolaan emosi akibat dismenore. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja siswi di pesantren modern daarul muttaqien kabupaten tangerang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel berjumlah 120 orang remaja siswi dipilih dengan Teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner ERQ untuk mengukur regulasi emosi dan WaLLID Score untuk mengukur intensitas nyeri dismenore primer. Analisis data: Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden mengalami regulasi emosi tinggi sebanyak 53 responden (44.2%) dan intensitas dismenore ringan sebanyak 56 responden (46.7%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hasil yang signifikan antara regulasi emosi dan intensitas nyeri dismenore primer dengan nilai sebesar p-value 0,001 (α<0,05). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Regulasi Emosi Dengan Intensitas Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Siswi Di Pesantren Modern Daarul Muttaqien Kabupaten Tangerang</p>2026-05-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatanhttps://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/651Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia pada Remaja di Pesantren Modern Daarul Muttaqien Kabupaten Tangerang 2026-07-06T16:24:48+08:00Hana Nuzula Furqonia Hanahananuzulafurqonia@gmail.comMeynur Rohmahhananuzulafurqonia@gmail.comZahrah Maulidia Septimarhananuzulafurqonia@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja, khususnya remaja putri, yang dapat mempengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, dan kesehatan secara keseluruhan. Salah satu faktor risiko utama anemia adalah pola makan yang tidak seimbang dan rendah zat besi. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja di Pesantren Modern Daarul Muttaqien Kabupaten Tangerang. <strong>Metode Penelitian: </strong>Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 120 santriwati kelas X dan XI yang dipilih melalui teknik total sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status anemia diukur melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital Hb. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,2% responden memiliki pola makan buruk, dan 51,7% mengalami anemia. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia (p-value = 0,001; α = 0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Pola makan yang buruk berhubungan dengan peningkatan risiko anemia pada remaja putri. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi gizi seimbang dan intervensi pencegahan anemia di lingkungan pesantren.</p>2026-05-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatanhttps://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/700Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Prasekolah Di PAUD STDKY Simpang Tiga2026-07-06T16:55:48+08:00Dian Pridayatidianpridayati04@gmail.comDian Monalisa Ruslianidianpridayati04@gmail.comFatya Nurul Hanifadianpridayati04@gmail.com<p>Masa prasekolah merupakan masa yang paling penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi anak pada usia ini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi. Ibu sebagai pengasuh utama berperan penting dalam pemilihan, pengolahan, dan penyajian makanan. Kurangnya pengetahuan gizi pada ibu dapat berdampak pada pemberian makanan yang tidak sesuai, sehingga meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi pada anak usia prasekolah di PAUD STDKY Simpang Tiga. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan rancangan <em>cross se</em><em>ctional. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia prasekolah berusia 4-6 tahun di PAUD STDKY Simpang Tiga, dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu, serta alat penilaian status gizi anak berupa grafik KIA, timbangan berat badan, dan metlin yang digunakan untuk pemeriksaan antropometri berdasarkan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahulan baik sebanyak 37 orang (58,7%) dan status gizi anak usia prasekolah mayoritas normal sebanyak 43 orang (68,3%). Dari hasil penelitian di peroleh nilai p <em>valu</em><em>e</em> (0,001) < nilai alpha (0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi pada anak usia prasekolah di PAUD STDKY Simpang Tiga.</p>2026-05-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatanhttps://jurnal.uym.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/795Kehamilan Remaja Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun2026-07-06T17:21:29+08:00Septy Arianiseptyariani@uym.ac.id<p>Stunting merupakan masalah kesehatan di negara berkembang. Stunting dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak. Stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Usia ibu muda saat melahirkan dapat meningkatkan risiko kelahiran premature, hambatan pertumbuhan intrauterine, kematian bayi, anak kekurangan gizi dan stunting. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kehamilan remaja dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol (<em>Case Control</em>). Sampel pada penelitian ini sebanyak 104 balita dengan kelompok <em>case </em>52 balita yang mengalami stunting dan kelompok <em>control </em>52 balita yang tidak mengalami stunting. Sumber data yaitu data sekunder berupa data rekam medik di Ruang Gizi dan data Bidan Desa Puskesmas Rajeg. Analisis data menggunakan <em>Chi Square </em>dengan SPSS 24. Didapatkan hasil sebagian besar hamil pada usia remaja yaitu sebanyak 50 responden (48,1%) dengan <em>p-value </em>0,000 dan OR 5,078. Pada variabel BBLR didapatkan hasil sebagian besar mengalami BBLR sebanyak 61 responden (58.7%) <em>p-value </em>0,001 dan OR 4,091. Pada variabel ASI Ekslusif didapatkan hasil sebagian besar anak diberikan ASI Ekslusif yaitu sebanyak 61 responden (58.7%) <em>p-value </em>0,003 dan OR 0,292. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan kehamilan remaja, Riwayat BBLR dan Pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting. Hamil pada usia remaja, Bayi dengan riwayat BBLR dan Bayi yang tidak diberikan ASI Ekslusif memiliki resiko lebih besar mengalami stunting. Disarankan Pihak Puskesmas dan Bidan lebih mendukung dan memotivasi dengan melakukan pendampingan kepada ibu dan keluarga dalam perencanaan kehamilan serta pendewasaan usia saat menikah dengan membentuk Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja.</p>2026-05-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Kesehatan